الأربعاء، 12 ديسمبر 2012

Contoh Makalah


Bab I
Pendahuluan

A.    Latar Belakang

Sejarah merupakan bagian dari ilmu pengetahuan. Sebagai ilmu pengetahuan, maka sejarah harus dipercaya kebenarannya. Dalam menggali berbagai peristiwa sejarah yang pernah terjadi harus berdasarkan pada sumber sumber yang ada.
Untuk mengetahui dan mengungkapkan peristiwa sejarah yang telah terjadi pada masa lampau, bukan hal yang mudah dilakukan. Bahkan pengungkapan berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupan manusia di masa lampau mengalami kesulitan, yang disebabkan karena kurangnya bukti-bukti yang dapat dijadikan sumber untuk mengungkapnya.
Biasanya, penelitian yang dilakukan oleh para ahli itu tidak mungkin dilakukan tanpa adanya informasi tentang suatu peristiwa sejarah yang pernah terjadi. Oleh karena itu, dalam rangka mengungkapkan peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lampau, dapat dilakukan melalui beberapa langkah atau metode-metode ilmiah.
Metode penelitian sejarah adalah langkah-langkah sistematis didalam mengkaji berbagai peristiwa sejarah melalui pencarian informasi sumber sejarah, mengumpulkan sumber sejarah, memeriksa kebenaran sumber sejarah, menafsirkan sumber sejarah dan menuliskan kembali peristiwa sejarah.
Metode tersebut terdiri dari serangkaian langkah atau prosedur yang harus ditempuh oleh si peneliti dalam melakukan penelitiannya agar dapat berlangsung secara objektif. Dengan demikian metode sejarah dipandang sebagai alat atau sarana bagi peneliti untuk melaksanakan penelitian dan penulisan sejarah.
Oleh karena itu, disini kami akan menyajikan langkah langkah atau metode metode yang dilakukan para ahli dalam melakukan penelitiannya.

B.     Masalah Penelitian
Dalam hal penelitian sejarah, kami telah menarik beberapa masalah bahwa :
1.      Biasanya seseorang melakukan penelitian tanpa melalui beberapa langkah atau metode-metode ilmiah.
2.      Banyak orang yang menganggap bahwa langkah atau metode-metode tersebut tidak terlalu berguna.

C.     Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan agar dapat memberi tujuan-tujuan yang bermanfaat bagi setiap orang yang akan melakukan penelitian sejarah. Secara keseluruhan tujuan penelitian ini bertujuan untuk :
1.      Memberikan informasi tentang langkah-langkah dalam penelitian sejarah.
2.      Memberikan informasi bagaimana cara meneliti sejarah yang baik dan benar.

D.    Metode Penelitian
Dalam mendapatkan data dan informasi yang diperlukan, kami menggunakan metode observasi (buku, media, dll) dan metode kepustakaan. Selain itu, kami juga menggunakan sumber lain seperti internet, dsb.



Bab II
Pembahasan

  1. Bentuk-bentuk Penelitian Sejarah
1.      Penelitian Lapangan
Ø  Penelitian lapangan, yaitu sejarawan yang datang ke tempat terjadinya peristiwa bersejarah atau ke tempat penemuan peninggalan-peninggalan bersejarah.
Ø  Ada tiga cara yang dilakukan :
·         Melakukan penggalian atau ekskavasi.
·         Penelitian di museum.
·         Melakukan wawancara pelaku sejarah atau saksi sejarah yang masih hidup.
2.      Penelitian Kepustakaan
Ø  Penelitian kepustakaan disebut juga dengan penelitian documenter.
Ø  Dalam penelitian kepustakaan, peneliti sejarah memusatkan perhatiannya untuk memperoleh data tertulis (dokumen) seperti kitab-kitab kuno, kronik atau berita dari luar negeri, arsip-arsip, autobiografi, rekaman video, surat kabar, dsb.

B.     Langkah-langkah dalam Penelitian Sejarah
1.       Heuristik (mencari dan mengumpulkan)
Ø  Berasal dari bahasa Yunani, heuriskein yang berarti menemukan.
Ø  Heuristik adalah upaya penelitian yang mendalam untuk mengumpulkan dokumen-dokumen agar dapat mengetahui segala bentuk peristiwa atau kejadian bersejarah di masa lampau.
Ø  Menurut G.J. Reiner, heuristik adalah suatu teknik atau cara mencari dan mengumpulkan sumber.
2.       Verifikasi (kritik sumber)
Ø   Verifikasi adalah menilai dan meneliti sumber-sumber sejarah yang telah ditemukan menyangkut dua aspek, yaitu :
·    Aspek Internal                        : Mempersoalkan apakah isi yang terdapat dalam sumber                                itu dapat memberikan informasi yang diperlukan.
·    Aspek Eksternal          : Mempersoalkan apakah sumber itu asli/palsu sehingga                                              sejarawan harus mampu menguji tentang keakuratan                                     dokumen sejarah tersebut.
3.       Interpretasi (analisis sejarah)
Ø   Interpretasi adalah menafsirkan dan menyimpulkan keterangan yang dapat dipercaya mengenai bahan-bahan yang autentik (sumber-sumber sejarah) atau berdasarkan informasi yang diberikan oleh jejak –jejak masa lampau.
Ø   Interpretasi harus bersifat objektif, mencari landasan interpretasi yang mereka gunakan.
Ø   Bersifat selektif, fakta dipilih yang relevan dengan topic yang ada & mendukung kebenaran sejarah.
4.       Historiografi
Ø   Historiografi adalah cara penulisan atau pemaparan laporan hasil penelitian sejarah.
Ø   Dalam membuat cerita sejarah harus memerhatikan kemampuan prinsip-prinsip sebagai berikut :
·           Serealisasi, yaitu membuat urutan peristiwa dan erat kaitannya dengan prinsip kronologi.
·           Prinsip kausalitas, yaitu penulisan yang menggambarkan secara rinci dan berhubungan dengan hukum sebab akibat.
·           Prinsip imajinasi, yaitu kemampuan untuk menghubung-hubungkan peristiwa yang terpisah-pisah menjadi suatu rangkaian yang masuk akal dengan bantuan pengalaman kita.
·           Prinsip bahasa, yaitu prinsip yang berhubungan dengan fungsi ilmiah sejarah dan fungsi sastra.

  1. Sumber Sejarah
1.      Sumber Sejarah Berdasarkan Bentuknya
                                     a.      Sumber Benda
Ø  Sumber benda adalah sumber yang diperoleh dari peninggalan benda-benda kebudayaan.
Ø  Ex : sisa-sisa bangunan (candi, keraton, fosil, artefal, senjata, pakaian, lukisan, dll).
                                    b.      Sumber Lisan
Ø  Sumber lisan adalah keterangan langsung dari pelaku atau saksi-saksi dari suatu peristiwa sejarah.
Ø  Ex : pejuang ’45 menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada orang lain.
                                     c.      Sumber Tertulis
Ø  Sumber tertulis adalah keterangan tertulis yang berkaitan dengan peristiwa sejarah.
Ø  Ex : prasasti, piagam, dokumen, babad, rekaman, buku, dan laporan.
2.      Sumber Sejarah Berdasarkan Asalnya
                                     a.      Sumber Primer
Ø  Sumber primer adalah sumber sejarah yang diuraikan oleh para pelaku atau saksi mata dari peristiwa sejarah yang dialaminya.
Ø  Ex : prasasti, kronik, surat kabar, naskah, autobiografi, dan surat-surat pribadi.
                                    b.      Sumber Sekunder
Ø  Sumber sekunder adalah sumber sejarah yang diuraikan oleh seseorang yang bukan pelaku atau saksi mata dari peristiwa sejarah.
Ø  Ex : buku-buku sejarah karangan para sejarawan, dan kitab-kitab kuno (Babad Tanah Jawi, Pararaton, Negarakertagama, dll).
                                     c.      Sumber Tersier
Ø  Sumber tersier adalah sumber sejarah yang berupa buku-buku sejarah yang disusun berdasarkan laporan penelitian ahli sejarah tanpa melakukan penelitian langsung.


  1. Fakta Sejarah
1.      Fakta Lunak
Ø  Fakta lunak (soft fact), yaitu fakta yang masih labil.
Ø  Ex : pembunuhan John F. Kennedy yang masih sangat controversial.

2.      Fakta Keras
Ø  Fakta keras (hard fact), yaitu fakta yang sudah stabil dan pasto serta telah menjadi bukti dalam sejarah.
Ø  Ex : Declaration of Independence 1776, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945.
3.      Fakta Sosial
Ø  Fakta social (sosiofact), yaitu perilaku individu atau kelompok dalam kondisi sosial yang berkembang pada suatu masyarakat pada zaman tertentu.
Ø  Ex : upacara-upacara tradisional, adat-istiadat, kerja paksa, kemiskinan, perbandingan.
4.      Fakta Mental
Ø  Fakta mental (mentifact), yaitu keseluruhan dari tatanan mental yang berkembang di masyarakat pada suatu zaman menjadi penggerak sejarah.
Ø  Ex : konsep-konsep, ide-ide, gagasan, paham, opini masyarakat, semangat, dan ideologi.

  1. Jenis-jenis Sejarah
1.      Jenis Sejarah Berdasarkan Geografis (Wilayah)
                                     a.      Sejarah Dunia (Sejarah Umum)
Ø  Sejarah dunia adalah sejarah yang cakupannya meliputi seluruh dunia.
Ø  Ex : Revolusi Amerika, Perang Dunia I, Perang Dunia II, dan Revolusi Industri.
                                    b.      Sejarah Nasional
Ø  Sejarah nasional adalah sejarah yang ruang lingkup wilayahnya meliputi satu Negara.
Ø  Sejarah nasional bersifat nasionalsenstris.
                                     c.      Sejarah wilayah (Area History)
Ø  Sejarah wilayah adalah sejarah yang menggambarkan aktivitas dan perjuangan bangsa di wilayah tertentu.
Ø  Sejarah wilayah disebut juga sejarah kawasan atau sejarah regional.
Ø  Ex : Sejarah Asia Tenggara, Sejarah Asia Timur, dsb.

2.      Sejarah Berdasarkan Aspeknya atau Temanya
                                     a.      Sejarah Politik
Ø  Sejarah politik model lama mengutamakan pemaparan desktriptif-naratif tentang diplomasi dan perang serta cerita tentang tokoh-tokoh besar dan pahlawan.
Ø  Sejarah politik model baru menggunakan analisis kritis­-ilmiah dan pendekatan berbagai ilmu-ilmu social yang membahas struktur kekuasaan, kepemimpinan, otoritas, dll.
                                    b.      Sejarah Sosial
Ø  Sejarah sosial mengkaji masalah sejarah masyarakat yakni kondisi masyarakat, kegiatan masyarakat, stratifikasi masyarakat yang mencakup lapisan masyarakat dari tingkat atas sampai lapisan bawah.
Ø  Ex : sejarah agraria yang mempunyai sub-sub cabang seperti sejarah pertanian, sejarah pedesaan, dan sejarah petani.
Ø  Pelopor sejarah social Indonesia adalah Prof. Sartono Kartodirdjo, yang salah satu karyanya adalah The Peasant’s Revolt of Banten in 1888.
                                     c.      Sejarah Ekonomi
Ø  Sejarah ekonomi adalah cabang sejarah yang membahas masalah perkonomian bangsa-bangsa dari zaman purba hingga sekarang.
                                    d.      Sejarah Kebudayaan
Ø  Sejarah kebudayaan adalah sejarah yang membahas hasil-hasil budaya manusia menjadi bukti atau saksi keberadaan manusia dari masa lampau sampai sekarang seperti artefact, mentifact, dan sosiofact.
                                     e.      Sejarah Etnis (Ethnohistory)
Ø  Sejarah etnis adalah sejarah yang membahas aspek-aspek sosial, kebudayaan, ekonomi, kepercayaan masyarakat, interaksi dalam lingkungan kelompok.
                                     f.      Sejarah Intelektual
Ø  Sejarah intelektual adalah kajian sejarah yang mempelajari ide-ide yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan Negara.
Ø  Ex : liberalism, kapitalisme, sosialisme, nasionalisme, dan konservatisme.
                                     g.      Sejarah Pendidikan
Ø  Bertujuan mengalihkan kebudayaan, teknologi, ide-ide, dan nilai-nilai spiritual sejarah dari generasi tua kepada generasi muda dalam setiap masyarakat atau bangsa.

  1. Artefak dalam Sejarah
Artefak adalah peralatan atau alat-alat yang dibuat oleh manusia untuk membantu kehidupannya.
1.      Zaman Batu
Disebut zaman batu karena sebagian besar alat-alat penunjang kehidupan manusia, misalnya untuk mencari dan mengolah makanan masih terbuat dari batu.
Zaman batu dibagi menjadi beberapa zaman, yakni :
a.       Zaman Paleolitikum
·      Ditandai dengan kebudayaan manusia yang masih sangat primitif dan         sederhana.
·      Ciri-ciri kehidupan manusia pada zaman Paleolitikum adalah hidup berpindah-      pindah dari satu tempat ke tempat lain (nomaden), berburu, menangkap ikan, dan            mengumpulkan bahan makanan yang dapat diperoleh dari alah (food gathering).
·      Zaman Paleolitikum berlangsung kira-kira 600.000 tahun.
·      Ciri-ciri Zaman Paleolitikum :
·         Jenis manusia
Jenis manusia pada zaman Paleolitikum adalah Pithecanthropus erectus, Homo wajakensis, Meganthropus paleojavanicus, dan Homo soloensis.
·         Kebudayaan
Kebudayaan Pacitan dan kebudayaan Ngandong.

b.      Zaman Mesolitikum
Ø  Kehidupan manusia tidak jauh berbeda dengan zaman Paleolitikum, yaitu berburu dan menangkap ikan.
Ø  Pada zaman ini, manusia sudah mempunyai tempat tinggal agat tetap dan bercocok tanam secara sederhana.
Ø  Kebudayaan pada zaman Mesolitikum :
·         Kebudayaan Bandung
·         Kebudayaan Toala. Toala adalah nama salah satu daerah di Sulawesi Selatan. Inti kebudayaan ini adalah kebudayaan flakes dan pebble. Van Stein Callenfels membedakan kebudayaan Indonesia pada zaman Mesolitikum menjadi tiga corak, yaitu :
-          Pebble Culture, di Sumatera Utara.
-          Bone Culture, di Sampung, Ponorogo, dan Madiun
-          Flakes Culture, di Timor, Toala dan Rote.
·         Kebudayaan Bacson-Hoabinh, di Indonesia terdapat dua macam kebudayaan Bacson-Hoabinh, yaitu :
-          Kebudayaan pebble dan alat-alat dari tulang yang datang ke Indonesia melalui jalan barat.
-          Kebudayaan flakes yang datang ke Indonesia melalui jalan timur.
Ø  Tempat tinggal pada zaman Mesolitikum :
·         Kjokkenmoddinger (tepi pantai) adalah sampah dapur yang ditemukan di sepanjang pantai timur Pulau Sumatera. Kjokkenmoddinger diteliti oleh Dr. P.V. van Stein Callenfels tahun 1925.
·         Abris Sous Roche adalah goa yang dipakai sebagai tempat tinggal.

c.       Zaman Neolitikum
Ø  Pada zaman ini, manusia sudah hidup meneap dan telah memiliki tempat tinggal.
Ø  Peralatan zaman Neolitikum dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu :
·         Kapak Persegi, nama tersebut diberikan oleh van Heine Heldern. Kapak persegi berasal dari daratan Asia dan menyebar ke Indonesia melalui jalan barat. Terbuat dari batu api kalsedon.
·         Kapak Lonjong, penamaannya didasarkan pada penampang alangnya yang berbentuk lonjong atau bundar telur. Kapak lonjong yang berukuran besar bernama walzenbeli, sedangkan yang kecil kleibeil.

d.      Zaman Megalitikum
Ø  Biasa disebut dengan zaman batu besar, karena pada zaman ini manusia sudah dapat membuat dan meninggalkan kebudayaan yang terbuat dari batu-batu besar.
Ø  Pada zaman ini, manusia sudah mengenal kepercayaan.

2.      Zaman Logam
Disebut zaman logam karena alat-alat penunjang kehidupan manusia sebagian besar terbuat dari logam. Pembuatan benda-benda dari logam menggunakan tekni-teknik a cire perdue.
Zaman logam terbagi menjadi :
a.       Zaman Tembaga
Ø  Zaman awal manusia mengenal peralatan dari logam.
b.      Zaman Perunggu
Ø  Pada zaman ini, manusia sudah mampu membuat alat-alat dari perunggu, yaitu logam campuran antara timah dan tembaga.
Ø  Hasil yang terpenting dari kebudayaan perunggu yang ditemukan di Indonesia adalah kapak corong, nekara, dan perhiasan perunggu.
c.       Zaman Besi
Ø  Pada zaman ini, manusia telah dapat mengolah bijih-nijih besi untuk membuat peralatan-peralatan yang dibutuhkan oleh manusia itu sendiri.

  1. Prinsip Dasar dalam Penelitian Sejarah Lisan
Penelitian sejarah lisan adalah suatu penelitian yang sumber utamanya menggunakan sumber lisan, sedangkan metode penelitian yang digunakan sama, yakni metode sejarah.
Prinsip dalam penulisan sejarah lisan adalah :
Ø  Sumber utamanya menggunakan sumber lisan.
Ø  Teknik yang digunakan untuk mendapatkan data/informasi dalam penelitian sejarah lisan adalah wawancara mendalam (in-depth interview).
Ø  Untuk mendapatkan data yang dapat dipercaya dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah digunakan teknik kritik sumber atau triangulasi sumber, yakni data yang sama diperoleh dari berbagai sumber.
Ø  Melakukan penulisan suatu karya atau historiografi.




Bab III
Penutupan

A.    Kesimpulan

1.      Sejarah merupakan bagian dari ilmu pengetahuan. Dalam rangka mengungkapkan peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lampau, dapat dilakukan melalui beberapa langkah atau metode-metode ilmiah.
2.      Bentuk-bentuk penelitian sejarah terbagi menjadi dua, yaitu penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan.
3.      Langkah-langkah dalam penulisan sejarah yaitu heuristik (mencari dan mengumpulkan), verifikasi (kritik sumber), interpretasi (analisis sejarah), historiografi.
4.      Sumber sejarah terbagi dua, berdasarkan bentuknya (sumber benda, lisan, dan tertulis) dan berdasarkan asalnya (sumber primer, sekunder, dan tersier).
5.      Fakta sejarah terbagi empat, yaitu fakta lunak (softfact), fakta keras (hardfact), fakta sosial, fakta mental.
6.      Yang termasuk jenis sejarah berdasarkan letak wilayah (geografis), yaitu sejarah dunia, sejarah nasional, sejarah wilayah. Sedangkan yang termasuk dalam jenis sejarah berdasarkan  aspek atau temanya adalah sejarah politik, sejarah sosial, sejarah ekonomi, sejarah kebudayaan, sejarah etnis, sejarah intelektual, dan sejarah pendidikan.
7.      Artefak adalah peralatan atau alat-alat yang dibuat oleh manusia untuk membantu kehidupannya.
8.      Zaman batu terbagi menjadi tiga macam, yaitu zaman paleolitikum, zaman mesolitikum, zaman neolitikum, dan zaman megalitikum.
9.      Zaman logam terbagi menjadi dua macam, yaitu zaman tembaga, zaman perunggu, dan zaman besi.
10.  Penelitian sejarah lisan adalah suatu penelitian yang sumber utamanya menggunakan sumber lisan, sedangkan metode penelitian yang digunakan sama, yakni metode sejarah.


B.     Saran

1.      Sebelum melakukan penelitian-penelitian disarankan harus dapat memahami dasar-dasar penelitian sejarah, agar penelitian tersebut benar adanya dan terbukti secara nyata.
2.      Dalam pembuatan sejarah, kita juga harus mengetahui metode atau langkah langkah untuk membuat penelitian secara baik dan benar.
3.      Kami selaku penulis berharap, bagi setiap orang yang akan melakukan penelitian sejarah sebaiknya benar-benar memahami langkah-langkah penulisan sejarah. Karena, penulisan sejarah tidak dapat dilakukan secara sembarangan, harus memiliki tahapan tahapan atau langkah langkah sebelum mengerjakannya.




Daftar Pustaka

Badrika, I Wayan. 2006. Sejarah untuk SMA kelas X. Jakarta : Erlangga.
Listiyani, Dwi Ari. 2009. Sejarah 1. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Mustopo, M. Habib, dkk. 2010. Sejarah 1. Yogyakarta : Yudhistira.
Tim Penulis LKS Pelita. 2009. Sejarah. Jakarta : Arya Duta.

ليست هناك تعليقات:

إرسال تعليق